Pinter Keblinger

Beberapa bulan lalu ramai pemberitaan tentang seseorang wanita berpendidikan (S3) yang sangat konsisten mendukung dan membela gurunya yang seorang penipu milryaran rupiah (mungkin triliunan). Dalam berita, terdapat hal lucu di mana sang guru mengaku ketika digrebek polisi jin ipritnya pada kabur jadi tidak bisa membuktikan bahwa dia mampu menggandakan uang.

Yang sangat disayangkan, beliau merupakan salahsatu pengurus MUI yang pastinya kita bisa tahu setinggi apa ilmu dan pemahamannya soal agama. Saya juga lihat di berita, ketika beliau datang mengunjungi padepokan gurunya untuk memantau santri-santri(keder)nya yang bertahan di padepokan tersebut, para santri laki-laki sungkem ke beliau seakan tidak sadar bahayanya menyentuh lawan jenis… Allahul musta’an…

Kerana ini berita lama dan hanya menjadi contoh saja, jadi untuk lengkapnya silahkan cari sendiri berita yang bersangkutan dengan berita di atas dan mari kita coba bahas sedikit soal kasus ini.

  1. Sang guru memiliki Jin

Tatkala ada seorang ustadz atau bahkan kyai, mengaku bisa melihat jin sesungguhnya ada dua kemungkinan pada dirinya jika dia bisa lihat jin berarti dia seorang Nabi kalo tidak berarti dia seorang DUKUN. Kemungkinan pertama tidak mungkin kerana sudah jelas bahwa Nabi terakhir adalah Muhammah, berarti dia adalah seorang … (pikirkan saja sendiri :). Dalam urusan melihat jin, jika Allah menghendaki tentu siapapun bisa melihat namun bagi orang muslim yang taat, tidak meungkin dia mengabarkan ke orang-orang bahwa dia baru lihat jin kerana itu bukanlah keistimewaan.

2. Bersungkem ria santri laki-laki kepada wanita S3 tersebut

Bukankah sudah jelas bahwa menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya itu sangat berbahaya? Kepana ini cuek-cuek saja?

Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani dalam al-Mujamul Kabir no.486, 487 dan ar-Ruyani dalam Musnadnya II/227. Hadits ini dihukumi berderajat hasan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah no. 226

“Sesungguhnya andai kepala seseorang kalian ditusuk dengan jarum yang terbuat dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”.

3. Ikut biar rejeki lancar

Di zaman yang sulit ini, orang-orang yang ingin banyak duit namun malas berusaha (mencari kerja) itu semakin banyak. Satu-satunya cara adalah mengambil jalur singkat seperti pergi ke dukun untuk bersekutu dengan jin dan bahkan versi halusnya yaitu mengikuti ajaran dukun yang menyamar menjadi ustadz atau kyai.

Dalam urusan rejeki, saya termasuk orang yang sulit, jujur semenjak lulus SMK saya mencari pekerjaan dengan sayarat tidak nyogok dan relasi alhamdulillah hingga saat ini saya belum mendapatkan pekerjaan. Mungkinsaya yang kurang semangat dalam mencarinya (Husnudzon saja).

Carilah rejeki yang jelas, jang terpengaruh filsafat tidak jelas “Yang haram aja susah apalagi yang halal”. Rejeki halal itu masih banyak besar kecil syukuri saja itu nikmat.

Itulah beberapa keanehan yang membuat keder pengikut-pengikutnya. Carilah guru yang berpegang teguh pada al-quran dan hadits bukan guru yang berpegang teguh pada ajaran-ajaran nenek moyang, ajaran-ajaran tidak jelas yang terselip suatu kebid’ah an. Tentu kamu tidak mau kan sudah bersungguh-sungguh ingin belajar eh malah dibikin keder hingga akhirnya kamu jadi pintar tapi pintarnya keblinger, PINTER KEBLINGER deh…

 

Semoga bermanfaat…

Advertisements
This entry was posted in Bahan Renungan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s