Antara sejarah, penghormatan dan kesyirikan

Salahsatu yang sedang giat saya serukan ke keluarga saya adalah mengurangi gambar-gambar orang soleh seperti beberapa bulan lau yaitu saya menyarankan agar babeh saya tidak membeli lagi kalender bergambarkan wali. Saran ini tidaklah mudah untuk dilakukan karena saya musti diajak berdebat dulu oleh beberapa anggota keluarga yang kebetulan sangat taat dengan suatu ajaran dari kakek-kakek saya terdahulu. Saya tidaklah menyalahkan atas kehilafan orang-orang terdahulu saya hanya saja saya ingin keluarga agar sadar bahwa ada beberapa hal yang selama ini dilakukan adalah suatu kesalahan.

Kembali lagi ke masalah pemasangan gambar-gambar orang wali tadi, beliau mengatakan “Kamu jangan lupakan sejarah, inilah wujud penghormatan kita terhadap mereka”, jika seandainya seandainya saja jika saya mau menghormati mereka dengan memasang gambar-gambar mereka bisa membuat saya masuk syurga tentu saja saya akan cetak banyak gamabar mereka dan saya tempel di dompet, dinding kamar bahkan jika perlu saya bikin kaos dan jaketnya.

Sekali lagi, tulisan ini bukanlah sebuah tulisan propokasi namun tulisan ini hanyalah sebuah ajakan agar kita harus semakin serius mendalami dan menerapkan syariat islam. Untuk hukumnya sendiri, ada sebuah hadits yang bisa kita gunakan sebagai acuan sebelum kita memasang gambar bahkan membangun patung-patung penghormatan untuk mereka. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh bukhari dan muslim

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Ummu Habibah dan Ummu Salamah menceritakan tentang gereja yang mereka lihat di negeri Habasyah. Di dalamnya terdapat gambar-gambar. Mereka menceritakan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas beliau bersabda, “Sesungguhnya mereka itu apabila di antara mereka terdapat orang yang sholih yang meninggal dunia, maka mereka pun membangun di atas kuburnya masjid (tempat ibadah) dan mereka memasang di dalamnya gambar-gambar untuk mengenang orang-orang soleh tersebut. Mereka itu adalah makhluk yang paling buruk di sisi Allah pada hari kiamat kelak” (HR. Bukhari no. 427 dan Muslim no. 528).

 

Semoga bermanfaat.

Advertisements
This entry was posted in Bahan Renungan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s