Antara dosa dan batal wudhu

Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kita pernah bahkan sering melihat segelintir orang yang di mana mereka dengan cueknya bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahromnya baik itu bersalaman bahkan berpelukan tapi mereka akan memproteksi dirinya ketika dia sudah atau sedang memiliki wudhu.

Mari kita renungi sebuah hadits yang diriwayatkan  oleh Imam ath-Thabrâni dalam al-Mujamul Kabîr no.486, 487 dan ar-Rûyânî dalam Musnadnya II/227. Hadits ini dihukumi berderajat hasan oleh al-Albani dalam ash-Shahîhah no. 226.

 

لِأَنْ يُطْعَنَ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمَخِيْطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لَا تَحِلُّ لَهُ

Sesungguhnya andai kepala seseorang kalian ditusuk dengan jarum yang terbuat dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya

Dalam hadits tersebut, betapa sudah jelas bahwa seorang laki-laki  menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya atau sebaliknya. Meskipun sedikit tetap saja dilarang dalam ajaran Agam Islam. So, kenapa kita lebih takut wudhu kita batal ketimbang dosa yang sudah menanti ketika kita menyentuh lawan jenis???

Batal wudhu kita bisa berwudhu kembali lalu bagai mana dengan dosa???

 

Mari mulai berpikir soal ini 🙂

Advertisements
This entry was posted in Bahan Renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s