Polisi palsu dipenjarakan kenapa kyai palsu tidak?

Di daerah saya memang terdapat beberapa ajaran baik itu jelas sesuai syariat ataupun tidak jelas dan entah dari mana ajaran itu didapat. Salahsatunya adalah ajaran yang diikuti oleh orang-orang yang kebetulan pengikutnya saya kenal dekat jadi saya tahu kegiatan-kegiatannya.


Saya lihat, sang kyai tidak pernah terlihat berangkat ke mesjid jangankan untuk shalat 5waktu untuk shalat jum’at saja saya tidak pernah lihat batang hidungnya. Murid-muridnya selalu bangga bercerita berdzikir bareng Rasul tapi shalat saja saya gak pernah lihat, yang saya lihat hanyalah dzikir malam beribu-ribu. Sang kyai tidak ragu untuk meminta uang pada pengikut-pengikunya bahkan kendaraanpun dengan mudah pindah tangan menjadi miliknya. Ketika ssng istri pegal, si kyai ini tidak ragu meminta muridnya untuk memijit istrinya yang padahal jelas bukan mahromnya. 

Suatu ketika, pernah ada salahsatu ibu korban dari ajaran ini, bertanya dengan nada sedih “pilih ibu atau gurunya?” Dengan tegas dan keras si murid menjawab “tentu aku pilih guruku” innalillah, ajaran darimana ini sampai-sampai ibu saja dilawan, dan masih banyak lagi hal ganjil seperti brainwash danlainnya.

Lalu bagaimana dengan penampilannya?

penampilan mirip dengan kyai asli dengan jenggot, berkopyah, baju bahkan jubah. 

Yang perlu kita renungi adalah, kerana keterbatasan kita dalam melihat seseorang, menjadikan kita mudah kagum apalagi di zaman sekarang, ada orang yang bisa menyembuhkan, meramal, dan bahkan  memudahkan segala urusan kita, kita langsung angkat jadi guru. Cerita kyai palsu ini bukanlah cerita untuk saya berghibah tentangnya namun hanya untuk bahan kita untuk berpikir dulu sebelum mengangkat orang menjadi guru kita. Jangan sampai orang bodoh kita angkat menjadi guru.

Pilihlah guru yan senantiasa menjadikan Al-quran dan hadits sebagai pedoman dalam hidupnya. 

Dan bagi warga yang merasa di lingkungan sekitar terdapat ajaran sesat, maka janganlah main hakim sendiri baiknya laporkan ke pihak pemerintah setempat untuk menindak lanjutkannya, jujur di sini beberapa kali membuat laporan soal ini alhamdulillah tidak ada tanggapan yang serius hingga akhirnya si kyai pindah sendiri ke desa sebelah kerana baru saja membuat rumah sendiri kerana sebelumnya ngontrak, tapi murid-muridnya masih setia mengikutinya.

Semoga alloh berikan dia hidayah agar segera bertobat dan mengakui bahwa dia itu dukun bukan ustaf kepada murid-muridnya kerana sungguh azab Alloh itu pedih apalagi jika versi di akhirat kelak.

Advertisements
This entry was posted in Bahan Renungan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s