Sabar, mungkin belum rejekinya

Sabar, mungkin belum rejekinya…

Kalimat itu mungkin cocok untuk salahsatu abang saya yang nak makan. Beberapa hari lalu, tepatnya hari minggu. Abang saya mau makan dengan sepotong sayap ayam goreng, namun ketika dia mau mengambil sayap tersebut, tangan beliau kalah cepat dengan sambaran petir kucing (kerana kebetulan ada beberapa kucing liar yang betah mampir bahkan sempat tinggal di rumah). Memang kucing yang satu ini merupakan kucing yang kurang sopan & berani naik ke atas meja makan, yah mau gimana lagi namanya juga kucing 😀

Di balik cerita (yang menurut ane kocak kerana lihat kejadian secara langsung), kita bisa ambil hikmah bahwa jangan pernah takabur. Kerana merasa diri mampu dan sanggup kitapun sampai kita lupa dengan Dia yang selalu menyertai semua kegiatan kita, dan Dia pula yang berhak menentukan berhasil atau tidaknya usaha kita.

Optimis tentu saja kita harus namun kita juga harus mengingat sang maha segalanya yaitu Alloh kerana tanpa Dia, semua hal yang kita lakukan akan terasa percuma dan takan menjadi ibadah. Dan seandainya kita kita masih belum diberi kesempatan untuk mewujudkan hal yang kita impi-impikan, tetaplah berikhtiar dan selalu berpositive thiking pada-Nya. Ingat, yang sudah ada di depan mata kita saja jika bukan rejeki kita maka mustahil akan kita dapatkan.

Advertisements
This entry was posted in Bahan Renungan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s