Dibalik dimusnahkannya kaum ‘Aad

Kaum ‘Aad merupakan salahsatu kaum yang bisa kita ambil sebagai contoh tentang kekuasaan Alloh SWT, dimana kaum tersebut dimusnahkan dengan badai angin yang terjadi selama 7hari 8 malam. Kenapa ini bisa terjadi?

Kaum ‘Aad merupakn salahsatu kaum yang kufur akan nikmat Alloh dan engan untuk mengikuti apa yang diperintahkan Alloh melalui nabi-Nya. Kaum ‘Aad merupakan kaum Nabi Hud ‘alaihissalam yang telah dibinasakan dengan hembusan angin yang teramat sangat dingin dan hujan yang sangat lebat kerana kekufuran meraka. Lalu, seperti apa awal mulanya azab Alloh datang? Semua berawal dari langit mendung yang menghitam dan mereka (Kaum ‘Aad) hanya berkomentar “Ini adalah mendung yang sebentar lagi akan mendatangkan hujan bagi kami“, tanpa ada sedikitpun rasa takut dari mereka.

Sebaliknya, Rasul SAW selalu ketakutan setiap melihat mendung kerana mendung merupakan salahsatu ha yang menakutkan di mata beliau. Saking takutnya, beliau rela meninggalkan semua aktifitasnya bahkan ketika beliau sedang melaksanakan shalat. Dalam riwayat Bukhari , Aisyahpun pernah menceritakan “Apabila ada mendung gelap di atas, maka roman muka nabi SAW berubah terlihat seperti orang yang sangat ketakutan beliau beranjak ke depan dan belakang atau beralih keluar masuk. Namun ketika hujan turun, terlihatlah wajah gembira beliau. Aisyah merasa keheranan dengan sikap nabi SAW ketika mendung disaat banyak sahabat bergembira kerana pertanda hujan akan turun beliau malah ketakutan. Ketika Aisyah bertanya kepada beliau “Ya Rasululloh, anda memiliki sikap yang aneh disaat mendung gelap kenapa anda takut kepada Alloh SWT?” beliau menjawab “Wahai Aisyah, mungkin ini seperti yang Alloh ceritakan tentang kaum ‘Aad. Kaum ‘Aad dihukum dan dibinasakan oleh Alloh SWT oleh hujan lebat dan angin yang sangat dingin sampai semuanya mati kerana kekufuran mereka. Dan pengantarnya adalah, datangnnya mendung yang sangat gelap”. Sebagai mana yang Alloh ceritakan pada surat Al Ahqaf ayat 24 yang artinya “Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka.

Dibalik cerita ini, kita bisa lihat perbedaan antara tradisi Rasul dan orang musrik, orang musrik ketika melihat suasana seperti itu sama sekali tidak merasakan ketakutan sebagaimana yang Rasul rasakan. Lau bagaimana dengan orang zaman sekarang? mungkin kita bisa lihat status-status di sosial media di mana tidak sedikit orang-orang yang selalu mengeluh  ketika hujan turun, berselfi ria dengan background fenomena alam yang menakutkan untuk bisa dibagikan dan dibanggakan di seosial media.

Mari kita pahami bahwa alloh merununkan berbagai macam tanda kekuasaan-Nya tidak lain dan bukan adalah agar kita takut kepada-Nya.

Advertisements
This entry was posted in Kisah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s