Belajarlah dari Semut

Kisah ini diambil dari salahsatu ayat di surat An-Naml, tepatnya ayat 18. Yang menceritakan tentang salahsatu nabi yaitu Sulaiman dan bala tentaranya.

“Hingga ketika meraka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut, masuklah kalian ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

Di balik kisah ini, kita bisa melihat dan membayangkan apa yang terjadi jika sang ratu/pemimpin semut tidak peduli dengan masyarakatnya dia hanya peduli pada dirinya sendiri dan masuk begitu saja ke dalam lubang? Tentu masyarakatnya akan hancur terinjak-injak oleh sulaiman dan tentara-tentaranya. Dan bagaimana pula jika seandainya para semut tidak peduli dengan perintah pemimpinnya? Tentu mereka (para semut) akan hancur juga kerana tidak mendengar ajakn sang pemimpin untuk berlindung dari langkah kaki sulaiman dan bala tentaranya.

Kira-kira seperti itulah yang terjadi jika kita menjadi pemimpin yang tidak bertanggung jawab dan seperti itu pula lah jika kita menjadi masyarakat yang tidak mendengarkan apa yang diperintahkan oleh pemimpinnya. Contoh sederhananya, kita ingin lingkungan bersih dan sihat, tapi kita masih ndableg tentang himbauan pemerintah untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Advertisements
Aside | This entry was posted in Kisah and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s